Kopi dan gula dalam gelas,dia bebas mau dingin ataupun panas,apa rasanya berada antara kebebasan keduanya.
Aku bisa menulis ini dalam keadaan tenang,di sela pekerjaanku berhenti dan di antara aku menjaga kopi ini.Kau akan tahu,tak ada lagi tempatku untuk sekedar membacamu
Kemarin hidupku sangat sederhana,sekarang hidupku menjadi sangat komplek,tidak ada kopi esok hari,tidak ada gula kemarin lusa yang ada hanya kopi dan gula yang kusedu saat ini,sendiri.kini aku terjebak dalam sebuah rasa lidah mampu merasakan manis,namun pikiran dan hati mendadak pahit.
Pergi dan datang dirimu hanya menyisakan keragu - raguan.membicarakan sesuatu yang bisa dibicarakan,menunggu sesuatu yang harusnya bisa ditunggu seakan tidak mudah,teringat saat kau datang kepadaku sekedar meminta kopi.kau yang memilih kita duduk berhadapan dengan mata yang indah berwarna hitam pekat seperti arang.seolah memikirkan bara,aku benci menatap mata itu dan melihat sebuah kesakitan,wajahmu yang begitu cantik membuatku tak kuasa telalu lama menatap wajah itu mengingatkanku dalam kesedihan.saat kau lupakan kopi yang akan segera dingin.mengajakku bercerita seperti pena yang berkelana dalam buku,menciptakan sebuah kata - kata,lidahmu mampu meretorika,namun wajah dan mata itu mungkin tak akan menipu.kopi tidak berarti saat aku denganmu dia bebas seperti gelas menahan kopimu dari panas sampai dingin.dia tidak akan merubah apa - apa dari sebuah rasa,karena dingin dan panas hanya sebuah keadaan dimana isi dari seluruh kata - katamu ada di dalamnya dan sebelum kau kembali pulang,ingat kita hanya butuh sedikit kesabaran.berganti hari berganti bulan,aku terhanyut,kembali teringat perkenalan itu, /flashback/
2007,di sekolah sebuah jalan penghubung ruang kelas,dengan rambut lurus sebahu berjalan menghampiri dan melewatkanku. berlalu beranjak pada kenaikan kelas,hidup tak sebegitu baik denganku aku berantakan berangkat dari keluarga perceraian dengan keadaan miskin.
saat aku melihatmu kembali dalam satu kelas,kau sudah bersama dengan sahabat baikku.aku mengerti mungkin perasaan kita berbeda dan aku tak pernah membicarakan ini,namun aku hanya marah ketika kau di sia - sia kan,pernah sekali aku memukul satu teman kita dengan tanganku dan kemarahan ini,sampai kepada seorang sahabat yang kau cintai menikahimu.Kubiarkan saja perasaan ini mau kemana,tahun ke tahun berlalu setelah itu,sosok perempuan datang dan pergi berbagi rasa di hidupku,namun serasa tak sama seakan terus mengajaku mengulas yang tak mungkin kembali,terlalu lama tanpamu membuat hidupku tak baik,seorang yang pernah sangat ku cintai.
kebebasan yang ku miliki mengantarkan sahabat baikku kembali bisnis haram yang sudah lama kita jalani akan membawamu.kau tentu ingat memarahiku dan meminta uang hasil bisnis yang aku jalankan bersama sahabat sekaligus suamimu,aku terjebak dalam berbagi keadaan,tidak ada pilihan dan tidak ada jalan untuk keluar.
2012,aku beranjak memperbaiki hidup kutinggalkan segala kegiatan terlarang yang mengelapkan mataku hanya sekedar untuk uang.aku pergi ke surabaya dan mengawali pekerjaan baru yang mungkin lebih baik,
Lewat berganti dari media sosial yang kau punya berawal dari seorang teman yang membuat sebuah akun grup SMA membawamu kembali,setahun setelah itu aku menetap menjalani kontak kerja di jombang dan menjadi penjual kopi dari usaha yang kudirikan.sempat terlintas ingin sekali kau datang,bulan berlalu kau datang membawa cerita itu.kopi yang kita minum selalu berganti,namun ceritamu dan ketakutan itu masih akan tetap sama.berbagai kesempatan membuat kita bertemu,mulai dari pekerjaan kita,ataupun sekedar berbincang,aku tak mengerti kenapa kau tidak pernah menghilang dalam kehidupanku.namun satu hal aku sempat beruntung kau mempercayaiku untuk sekedar menyediakan gelas dimana segala isi adalah kopimu.manis atu pahit,hidupmu akan terus berganti namu kenapa yang kau bicarakan masih saja sama.saat kau datang dan menceritakan segala tentang hidupmu aku hanya mendengarkanmu,akankah kini aku mulai mengajakmu pada cerita yang baru kau akan marah dan meragukanku.aku sedia mendengarkan saja.karena ketika aku menjawab aku hanya tak ingin kau marah dan menghilang.kau yang pernah datang tapi kenapa aku yang takut kau pergi.aku hanya ingin mengajarimu satu hal.kesetiaan hanya akan menyakitimu,karena di dalamnya setiap hari di tuntut sebuah kemurnian dan butuh seumur hidup untuk belajar,kau tidak akan bisa lari hanya karena alasan takdir,kejujuran mulut dan kesabaran hati,uang,paras,agama serta ketaatan tujuan yang kau punya seluruhnya ada dalam kesetiaan itu.setelah kau tahu kau akan mengerti,tak ada alasan lagi bagiku setia pada perasaan,dan tak ada lagi rahasia denganmu saat ini.
Sekali ini saja,aku tak pernah memaksa seorang datang,kecuali dirimu yang ku minta,dan aku tidak akan menghentikan seseorang pergi,kecuali dirimu yang ku nanti.maka jika memang ada diriku dalam sedikit waktu pada hidupmu,itu akan menjadi pelengkapmu.dan aku hanya ingin membicarakan sesuatu yang bisa dibicarakan,mengisi sesuatu yang harusnya bisa di isi.
Masih akankan sebuah kesabaran itu di uji,jika masih katakan kepadaku.
jika kau butuh kesabaran,kemapanan,ketampanan bahkan kesempurnaan itu tidak akan ada.jika kita tidak bersama dalam sebuah kesetiaan.sebagai penuntun kemana selanjutnya langkah ini akan pergi.
Aku tidak akan menyalah siapa pun,apa yang terjadi dalam hidupku baik dan buruk adalah dariku diriku sendiri,aku hanya menulis ini.
Waktu itu aku sangat mencintai seseorang yang mungkin telah aku sia - sia kan,tapi seandainya ada yang tau dan tuhan menjadi saksiku,aku sangat menyesal sampai saat ini dan aku tidak mengerti kenapa aku tidak kunjung bergerak dan lari dari semua ini,aku hidup tapi seakan mati,aku mencari sesuatu yang telah hilang dimana itu hanya satu - satu nya yang ku miliki,dimana aku pernah berharap dan meletakkan seluruh hati namun aku terlambat,hanyut dalam kesendirian dan terpuruk.aku seperti serpihan yang terapung di lautan,aku berusaha memperbaikinya tapi aku tak mampu bagaimana bisa keadaan membuatku seperti ini,



Tidak ada komentar:
Posting Komentar